بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ ٥
setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(-nya).
يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ ٦
Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakanmu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Mulia,
الَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰىكَ فَعَدَلَكَۙ ٧
yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)-mu seimbang?
فِيْٓ اَيِّ صُوْرَةٍ مَّا شَاۤءَ رَكَّبَكَۗ ٨
Dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun (tubuh)-mu.
كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُوْنَ بِالدِّيْنِۙ ٩
Jangan sekali-kali begitu! Bahkan, kamu mendustakan hari Pembalasan.
اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ ١٣
Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.
وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ ١٤
Sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam (neraka) Jahim.
ثُمَّ مَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۗ ١٨
Kemudian, tahukah engkau apakah hari Pembalasan itu?
يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْـًٔا ۗوَالْاَمْرُ يَوْمَىِٕذٍ لِّلّٰهِ ࣖ ١٩
(Itulah) hari (ketika) seseorang tidak berdaya (menolong) orang lain sedikit pun. Segala urusan pada hari itu adalah milik Allah.